Kabupaten Layak Anak

0
139

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, tujuan perlindungan anak adalah untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, demi terwujudnya anak lndonesia yang berkualitas, berakhlak mulia, dan sejahtera. berbagai pihak berkewajiban dan bertanggung jawab menjamin pemenuhan hak-hak anak tersebut, mulai dari institusi terkecil yaitu keluarga, masyarakat, pemerintah desa/kelurahan, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi dan pemerintah. Untuk mempercepat pemenuhan hak-hak anak telah disusun kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), dan telah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Sebagai langkah awal pengembangan KLA, Kementerian Pemberdayaan Perempuan telah melakukan uji coba pengembangan KLA di 5 kabupaten/kota pada tahun 2006 dan 10 kabupaten/kota pada tahun 2007. Landasan pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak makin diperkuat dengan ditetapkannya lntruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional 2010.

beberapa alasan mengapa Desa/Kelurahan Layak Anak perlu diwujudkan, antara lain:

Tinjauan Praktis

  • Anak perlu dipertanggung jawabkan secara individu dan sosial

Setiap anak yang dilahirkan harus dipertanggungjawabkan. Secara individu anak merupakan tanggung jawab keluarga atau orang. Baik atau buruknya kualitas anak ditentukan oleh orang tua anak tersebut.

Namun dalam kehidupan sosial, anak merupakan tanggung jawab Negara, melalui pemerintah, para pemimpin dan pemangku kepentingan (stakeholders) dibidang anak.

  • Proporsi dan jumlah anak besar, tidak dapat diabaikan

Jumlah anak sekitar sepertiga dari jumlah penduduk di desa/kelulrahan, maka keberadaan anak tidak dapat diabaikan. Anak-anak perlu mendapatkan perlindungan dari berbagai tindak kekerasan dan hak-hak mereka harus dipenuhi oleh orang tua anak maupun oleh Negara. Aparat desa/kelurahan bersama tokoh masyarakat dan pemerhati anak di desa/kelurahan, sesuai Amanah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 10, wajib mendengarkan suara atau aspirasi anak sehingga kebutuhan dan kepentingan anak menjadi bagian penting dalam membangun Desa/Kelurahan Layak Anak

  • Perubahan sikap dan perilaku

Kemajuan pembanguna dan teknologi membawa perubahan sikap dan perilaku masyarakat yang tidak selalu memihak kepada kepentingan terbaik bagi anak dan juga tidak selalu ramah terhadap anak.` sikap dan perilaku masyarakat yang tidak selalu memihak kepada kepentingan terbaik bagi anak dan juga tidak selalu ramah terhadap anak. Kondisi ini mengganggu proses tumbuh kembang anak sehingga diperlukan adanya tindakan pernikahan (affirmative actions) terhadap anak untuk memenuhi hak-hak anak. Tindakan tersebut perlu dilakukan secara sadar, terencana, sistematis, dan berkelanjutan.

  • Desa/kelurahan merupakan lingkungan terdekat dengan anak

Desa/kelurahan merupakan lingkungan yang paling dekat dengan komunitas anak-anak, sehingga keadaan kelurahan berpengaruh langsung terhadap perlindungan, pertumbuhan dan perkembangan bakat serta minat anak. Desa/kelurahan yang layak anak akan berpengaruh positif dalam menciptakan lingkungan yang layak anak bagi anak.

Tinjauan Filosofis

Anak sebagai amanah Tuhan YME menuntut adanya pertanggung jawaban di dunia dan di akhirat. Secara individu anak merupakan tanggung jawab kedua orang tuanya sedangkan secara sosial atau kolektif anak merupakan tanggung jawab Negara untuk mendapatkan pemenuhan hak-haknya, perlindungan dari tindak kekerasan dan didengar aspirasinya.

Tinjauan Sosiologis

Proporsi anak lndonesia sekitar sepertiga dari total penduduk lndonesia, sehingga memerlukan perhatian, perlakuan dan tidakan khusus sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai anak. Anak memiliki hak-hak azasi yang tidak bisa diabaikan dalam proses pembangunan dan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Desa/Kelurahan Layak Anak dirancang untuk menumbuhkan suasana dan lingkungan tempat tinggal yang memastikan bahwa anak menjadi bagian tak terpisahkan dalam setiap proses pembangunan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi.

Tinjauan Antropologis

Perubahan peradaban manusia sebagai akibat dari pembangunan, yang semula dimaksudkan sebagai upaya menata kehidupan menjadi lebih baik,realitasnya telah menciptakan pergeseran tata nilai yang tidak selalu positif dalam mendukung tumbuh kembang anak, maupun dalam menjaga kemurnian nilai budaya, adat istiadat dan agama yang telah lama dipraktikkan oleh masyarakat. Munculnya sikap permisif terhadap berbagai bentuk nilai sosial baru mengakibatkan melonggarnya tata nilai lama, termasuk lunturnya rasa nasionalisme, kejujuran, kepedulian sosial, gotong-royong, penghargaan terhadap orang tua, dan lain-lain. Desa/Kelurahan Layak Anak mengkondisikan lahirnya anak Indonesia sejati, yang memiliki kepribadian Indonesia, menjunjung nilai-nilai agama, budaya bangsa dan adat istiadat yang luhur yang telah dianut oleh leluhur bangsa Indonesia.

Tinjauan Sumber Daya

Anak adalah embrio dan cikal bakal terbentuknya sumber daya manusia yang handal, tangguh dan berkualitas. Kualitas sumber daya manusia ditentukan oleh bagaimana lingkungan keluarga dan masyarakat memperlakukan anak. Desa/Kelurahan Layak Ayak menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak secara maksimal dan benar sehingga kelak anak-anak akan menjadi sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Anak-anak akan tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia dan aktif berpartisipasi. Membangun Negara dan membangun karakter bangsa dimulai dari anak-anak akan lebih efektif dibandingkan dengan memulai dari orang dewasa, karena sifat anak yang belum terkontaminasi nilai-nilai baru. Dilihat dari sisi waktu, anak masih memiliki peluang untuk membangun masa depan lebih lama atau lebih panjang dibandingkan dengan orang dewasa. Oleh karena itu, diperlukan adanya Desa/Kelurahan Layak Anak dalam rangka mendukung perlindungan dan tumbuh kembang anak. Desa/kelurahan merupakan sarana atau media persemaian bibit, cikal-bakal atau embrio sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here